Senin, 31 Agustus 2020

PHP

Ku Kira...

Ku kira aku spesial 

Tapi ternyata semua diperlakukan sama 

Ku kira aku prioritas

Tapi ternyata aku nomor dua 

Ku kira aku yang pertama 

Tapi ternyata aku yg paling belakang 

Ku kira kamu tau 

Tapi ternyata kamu pura-pura bisu 

Ku kira kamu setia 

Tapi ternyata aku kau dua 

Ternyata semua hanya prasangka yg hanya ada dalam benak ku 

Maafkan aku yg merepotkan mu 

Lebih baik diam 

Perpisahan sahabat

Apa kubilang

bahwa hidup adalah perubahan

Tak tau bagaimana laju perputarannya

tapi roda selalu berputar 

Jarum jam adalah saksi

betapa waktu telah terlalui

Waktu datang tanpa permisi 

Dan pergi tanpa pamitan

Bulan dan langit malam adalah kawan saat dera kesibukan menjelang.

Saat naik ada masanya kita turun, 

Saat pergi ada masanya kita pulang, saat bertemu ada masanya kita berpisah.

Pada akhirnya kita sadar bahwa semua ada masanya.

Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. 

Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan.

Hari-hari tak akan sama lagi

nikmati saja perubahannya

kelak kalian akan merasa

semuanya menjadi terbiasa

meski tanpa aku lagi…

Dan aku ingin mengenang kalian dengan sederhana

Kisah kita memang baru sebentar 

Tapi kesan yang terukir sangat lah indah 

Tak ada yang namanya orang asing 

Hanya teman yg belum kita temui 

Sedayu, 29 Agustus 2019 

Puisi perpisahan

Stasiun kereta 


Masih tersimpan rapi disudut hati 

Cerita-cerita kita yang dulu hampir bersama 

Kenangan indah walau tak berakhir indah 

Setengah tahun kita merajut kisah 

Namun sayang kita harus berpisah 

Kala itu semua menjadi semu

Saat kau ucap maafkan aku 

Suara lembut mu berubah menjadi desingan peluru 

Ingin ku lari dari suara mu kala itu 

Namun tubuh ku membeku 

Asa ku kian memudar 

Kutarik nafas ku dalam-dalam 

Air mataku ku tahan 

Dan sebauah senyuman ku lemparkan 

Terimakasih semoga engaku bahagia 

Kala itu distasiun kereta 

Ku lepas engkau dengan senyuman 

Rabu, 09 Januari 2019

PENTINGNYA PENDIDIKAN POLITIK
 (PERAN PENDIDIKAN POLITIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN UMUM)













DIBUAT OLEH :


NAMA : ARIF RAHMAWANTO
NPM : 16410012
PRODI : ILMU  KOMUNIKASI

UNIVERSITAS SLAMET RIYADI
SURAKATA
2019



ABSTRAK
Pendidikan politik memiliki peran penting dalam mempengaruhi atau memberikan pemahaman terhadap politik melalui sarana pendidikan di lingkungan sekolah secara khusus bagai pemilih pemula dan masyarakat secara umum. Menurut Rusadi Kantaprawira (2004:55) Pendidikan politik yaitu untuk meningkatkan pengetahuan rakyat agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. Sesuai paham kedaulatan rakyat atau demokrasi, rakyat harus mampu menjalankan tugas partisipasi. Bentuk-bentuk pendidikan politik dapat dilakukan melalui: a) Bahan bacaan seperti surat kabar, majalah, dan lain-lain bentuk publikasi massa yang biasa membentuk pendapat umum b) Siaran radio dan televisi serta film (audio visual media). c) Lembaga atau asosiasi dalam masyarakat seperti masjid atau gereja tempat menyampaikan khotbah, dan juga lembaga pendidikan formal ataupun iniformal. Tujuan penulisan ini adalah agar pemilih pemula dapat memiliki pemahaman secara mendasar mengenai politik melalui sarana pendidikan politik. Sehingga pemilih pemula dan masyarakat secara umum melek politik dan mampu untuk menunjukkan sikap partisipatif terhadap politik. Pendidikan politik sebagai salah satu media sarana pendidikan yang diharapkan dapat meningkatkan partisipasi politik pada  gerasi muda atau yang sering disebut sebagai pemilih pemula, sehingga dalam penerapan konsep masyarakat yang demokratis dapat terlaksana dengan baik.















BAB I
PENDUAHULUAN
Latar Belakang
Pelaksanaan kedaulatan rakyat salah satunya yaitu dengan adanya pemilu. Dengan adanya pemilu rakyat dapat menentukan pemimpin yang dianggap mampu memajukan bangsa dan negaranya. Pemilu sebagai bentuk demokrasi di Indonesia semakin nyata dengan adanya amandemen UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang memuat ketentuan tentang pemilihan umum. Hal ini sesua dengan pasal 1 ayat (2) Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagaimana yang telah di sebutkan di atas, sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat. Karena salah satu indikator kualitas ditentukan oleh tinggi dan rendahnya serta bagaimana partisipasi politik tersebut dilakukan. Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara lain dengan jalan memilih pimpinan negara dan secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kebijakan pemerintahan. Kegiatan ini dapat berupa memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, mengadakan hubungan dengan pekabat pemerintah atau parlemen.
Batasan pemuda dimulai dari usia 16 tahun mengikuti penetapan umur anak muda yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa, sedangkan batas umur anak muda sampai 30 tahun didasari oleh UU Kepemudaan Nomor 40 tahun 2009 pasal 1 tentang : Pemuda adalah warga negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia 16 (enambelas) sampai 30 (tiga puluh) tahun. Yang harus menjadi perhatian khusus saat ini adalah pendidikan politik. Pendidikan politik saat ini masih sangat rendah di kalangan muda. Sehingga dengan berlandaskan peraturan pemerintah Nomor 83 Tahun 2012 pasal 10 ayat 1 dan 2 dan juga Inpres Nomor 12 Tahun 1982 tentang pendidikan politik bagi generasi muda yang berbunyi : Tujuan pendidikan politik adalah memberikan pedoman kepada generasi muda Indonesia guna meningkatkan kesadaran kehidupan berbangsa dan bernegara.
Oleh karena itu, untuk menjaga agar pemilu berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang di idam-idamkan maka keterlibatan kelompok muda yang terkait dengan pendidikan politik sangatlah penting. Dengan hal tersebut diharapkan dapat memaksimalkan peran pemilih muda dalam pemilihan umum selanjutnya.
RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan yang muncul dapat dirumuskan yaitu: “Bagaimana Peran Pendidikan Politik untuk Meningkatkan Kualitas Politik Pemilih Pemula dalam Pemilihan Umum.”

LANDASAN TEORI
Menurut Rusadi Kantaprawira (2004:55) Pendidikan politik yaitu untuk meningkatkan pengetahuan rakyat agar mereka dapat berpartisipasi secara maksimal dalam sistem politiknya. Sesuai paham kedaulatan rakyat atau demokrasi, rakyat harus mampu menjalankan tugas partisipasi. Bentuk-bentuk pendidikan politik dapat dilakukan melalui: a) Bahan bacaan seperti surat kabar, majalah, dan lain-lain bentuk publikasi massa yang biasa membentuk pendapat umum b) Siaran radio dan televisi serta film (audio visual media). c) Lembaga atau asosiasi dalam masyarakat seperti masjid atau gereja tempat menyampaikan khotbah, dan juga lembaga pendidikan formal ataupun iniformal




















BAB II
PEMBAHASAN
Pendidikan politik selain untuk mengenalkan sistem pemilu yang saat ini telah berubah, hal tak kalah pentingnya ialah untuk membangkitkan kesadaran tentang hak pilih. Pendidikan politik juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pelaksanaan pemilu merupakan bagian dari proses demokrasi yang dilakukan sepenuhnya oleh seluruh komponen masyarakat. Hal ini diupayakan agar masyarakat juga mempertimbangkan sisi kualitas diri calon yang akan dipilih. Dengan demikian, dalam pendidikan politik ini, masyarakat sebagai pemilih tidak hanya diajak untuk tahu tentang bagaimana memilih, tetapi juga perlu dibangun kesadaran dan daya kritisnya terhadap setiap tahapan proses pemilu. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi menjadi objek dalam pemilu, tetapi sebaliknya, mereka bisa menjadi subjek yang kritis dalam menentukan pilihan politik.
Perlunya pendidikan politik yang diusahakan secara sadar dan berencana, bersumber dari aspirasi yang digali dari kepribadian bangsa Indonesia sendiri dan yang telah disepakati secara nasional. Pendidikan politik yang demikian jelas akan menunjang terpeliharanya stabilitas nasional dan memperlancar usaha pencapaian cita-cita bangsa. Pendidikan politik yang dilakukan secara sadar dan berencana ini menjadi lebih penting lagi  apabila dikaitkan dengan berbagai peristiwa pada masa lalu, berdasarkan sejarah bangsa Indonesia. Pendidikan politik yang demikian jelas akan menunjang terpeliharanya stabilitas nasional dan memperlancar usaha pencapaian cita-cita bangsa.
Lembaga yang berpengaruh dalam pendidikan politik yaitu
Keluarga : keluarga merupakan lembaga pendidikan politik non formal melalui berbagai interaksi antara orang tua dengan anaknya
Sekolah : sekolah sebagai lembaga pendidikan formal melalui bentuk kurikulum, baik yang didesain khusus dalam PKn, maupun tidak Secara khusus dimana politik diberikan dalam Mata pelajaran lain. Pendidikan politik di sekolah diperoleh melalui Pada pembelajaran formal di kelas melalui teori-teori yang diajarkan oleh guru dan praktek secara langsung ataupun secara tidak langsung, Kegiatan upacara bendera, dan Kegiatan ekstrakurikuler. Peran Guru dalam proses sosialisasi politik yaitu Pemegang dan penyampai nilai-nilai serta pandangan-pandangan  politik dan Sebagai kreator dan manipulator budaya belajar, karena pada kenyataannya budaya/kebiasaan belajar anak di kelas secara tidak langsung akan menimbulkan akibat politik. Kurikulum dalam Pendidikan Politik merupakan salah satu faktor pendukung sosialisasi politik. Pendidikan demokrasi yang baik adalah bagian dari pendidikan yang baik secara umum.Berkenan dengan hal tersebut disarankan perlu dikembangkan model pendidikan politik.

Perhatian yang cermat diberikan pada landasan dan bentuk-bentuk demokrasi

Adanya kurikulum yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi bagaimana ide demokrasi telah diterjemahkan ke dalam bentuk-bentuk kelembagaan dan praktik di berbagai aspek kehidupan dan memungkinkan siswa dapat mengeksplorasi sejarah demokrasi di negaranya, untuk dapat menjawab persoalan apakah kekuatan dan kelemahan demokrasi yang diterapkan di negaranya.
Tersedianya kesempatan bagi siswa untuk memahami kondisi demokrasi yang diterapkan di negara-negara di dunia, sehingga para siswa memiliki wawasan yang luas tentang aneka ragam sistem sosial demokrasi dalam berbagai konteks.

Selain dari uraian di atas juga dapat diupayakan dalam bentuk kegiatan ekstra kurikuler yang bernuansa demokrasi serta membudayakan budaya demokratis dan menjadikan sekolah sebagai budaya lingkungan yang demokratis serta perlunya keterlibatan/penglibatan siswa dalam kegiatan masyarakat.



















BAB III
KESIMPULAN
Dengan demikian, dalam pendidikan politik ini, masyarakat khususnya untuk para pemilih pemula sebagai pemilih tidak hanya diajak untuk tahu tentang bagaimana memilih, tetapi juga perlu dibangun kesadaran dan daya kritisnya terhadap setiap tahapan proses pemilu. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi menjadi objek dalam pemilu, tetapi sebaliknya, mereka bisa menjadi subjek yang kritis dalam menentukan pilihan politik.





















DAFTAR PUSTAKA
Rusadi Kantaprawira (2004:55)
Marina Hani Liyanti Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta; (Makalah Pendidikan Politik dan Demokrasi 2015)
1 ayat (2) Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945
UU Kepemudaan Nomor 40 tahun 2009 pasal 1
Peraturan pemerintah Nomor 83 Tahun 2012 pasal 10 ayat 1 dan 2 dan juga Inpres Nomor 12 Tahun 1982

Minggu, 16 Desember 2018

Morningg... gaess, hemmm... ngomng" soal masa depan kebayang gaa sihh.. mau jadi apa ? Jadi pengusaha ? Apa mau jadi pegawai negeri ? Atau mau jadi karyawan aja ?
Kebetulan banget nihhh... ada salah satu solusi buat jawab pertanyaan" tadi yaitu menjadi konselor !!! Apa sihh konselor itu ? Konselor adalah orang yg melakukan bimbingan konseling atau psikotes. Lalu bedanya sama guru BK apa ? Bedanya kalo konselor itu dapat membuka praktek konseling dirumah sedangkan guru BK berfokus kepada siswa disekolah.
Langsung aja ke Unisri disana ada program studi Bimbingan dan Konseling !!!
Program studi BK Unisri terakeditas B
Didukung oleh Dosen" dengan sertifikasi psikiteater dan konselor
Mahasiswa Bk Unisri dibekali kemampuan psikotes dan konseling menjadikan Program Studi BK Unisri pilihan tepat untuk masa depan anda di dunia kerja
Selain itu Program Studi BK Unisri juga bekerja sama dengan banyak instansi baik negeri maupun swasta seperti bekerja sama dg 7 sekolah mitra di soloraya, bekerja sama dengan Pemkot Surakarta dan Pemkab Wonogiri, bekerjasama dengan Kong Kein University, bekerja sama dengan Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indobesia (APKIN) dan masih banyak lagi.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan memberikan pengalaman setial kepada setiap mahasiswa Program Studi BK Unisri
Ayoo gabung dengan BK Unisri !!!
Jadi Konselor siapa takut !!!

Minggu, 09 Desember 2018

Script talk show mahasiswa ( unfaedah )

[segmen 1]
            Masih bersama saya its nanda dan irene//masih bersama kita di/YOUNG TIME/saatnya yang muda yang berkreasi// hari ini/kita mau bahas sesuatu yang menarik dan pastinya anak muda banget//sebelum itu kita kayaknya harus cari tempat yang enak dulu nih buat ngobrol//(Jumping tempat atau jalan masuk)//
(Mulai memperkenalkan bintang tamu)//sekarang kita akan membahas temtang enterpreuner muda//oh ya (nan/ren) pernah nggak sih beli kaos di distro gitu?//pernah sih/emang kenapa nih?//kebetulan banget nih/hari ini kita ketemu sama enterpreuner muda yang suka banget sama design kaos/siapa dia..../Dia adalah. mb Sukma selaku owner dari ....distro Aplouze...//(menyapa bintang tamu)//
nahh sekarang itu kan lagi ngetren2 nya baju kekinian nihhh// kayak unik-unik gitu/yang bisa custom tapi ala distro/ nahh pas bngt ini kita lagi sama salah satu owner dari .distro Aplouze.. yg bisa costum baju-baju kekiniann//
Pertanyaan
1.Sejak kpn sihh bisnis distro ini Aplouze didirikan?
2. Kenapa pilih bisnis baju distro? Kenapa nggak yang lain?
3. Pertama kali mulai usaha ini tuhh terinspirasi dari mana sihh?
Okay/kita bakalan ngobrol lagi sama mba Sukma. tentang bagaimana dia menjalankan usahanya/jangan kemana-mana/tetap bersama kita di/YOUNG TIME/saatnya yang muda yang berkreasi//

(Break)

[Segmen 2]
Hai youngers,kembali lagi di YOUNG TIME/saatnya yang muda yang berkreasi//kita masih barengan sama mba Sukma owner dari distro Aplouze.

Nah mb/
1.  Awal kenalin produk ini itu ke siapa?dan cara promosiinnya lewat apa aja?
2. Hambatan dari merintis usaha ini itu apa?
Nahh,
 3. Ini mb kan masih kuliah trs rintis usaha distro juga, boleh kasih tau gak mb gimna cara bagi waktunya?
 [kesimpulan]
Wahhh/makin kesini makin menarik nih pembahasan kita// betul banget aku jadi makin tertarik dan penasaran nih gimana caranya waktu mba Sukma ini ngedesain kaosnya/so jangan kemana-mana tetap di/YOUNG TIME/saatnya yang muda yang berkreasi//

(Break)
[Segmen 3]
Halo Youngers/kembali lagi bersama kita di/YOUNG TIME/saatnya yang muda yang berkreasi//kita masih bersama dengan mba Sukma //Nahh ini tadi kan kita udah tau gimna awal mula bisnis ini berdiri/ nahh sekrang kita mau tau nihh mas proses membuat baju ini itu bagaimana sihh// mungkin kita semua kan masih belum paham betul ttg prosesnya nahh// bisa dijelasin nggak gimna proses produksinya dari muali desai samapi ke bentuk jadinya//
wahh ternya tu panjang juga yaa prosesnya//nahh kalo gitu kita kan udah tau ini prosesnya gimna kalo kita challenge siapa di antara kita yg desain baju paling bagus/ nanti mba Sukma jadi jurinya berani nggak? //

Penggambaran(berisi ttg challenge dan siapa yg menang)
Closing program
(Pendapat tentang challege,siapa yang menang, sekaligus berpamitan)

====== VOICE OVER ======

            Nah itu tadi sharing kita bersama mba Sukma selaku owner distro Aplouze// Untuk pemirsa young time  yang ingin costum baju buat hadiah temen,saudara,ataupun pacar  bisa langsung di instagramnya di @.... atau bisa pesan lewat wa di ......
Tak terasa usai sudah young time episode kali ini// jangan lupa untuk tetap saksikan  young time/ setiap hari sabtu jam 3 sore hanya di YTV televisi anak muda// saya fernanda dan saya irene/ harus undur diri/ yang muda/ yang menginspirasi//